Overall, masih sama seperti buku-bukunya yang lain, di buku ini Om Tere juga menyajikan cerita bercita rasa ‘keluarga’. Yap, itulah istimewanya buku-buku Om Tere. Selalu mengangkat tema keluarga, di tengah-tengah novel-novel yang mengangkat tema cinta ababil alias abege labil yang –maaf- agak kurang bermutu dan ga ada pelajaran moralnya.
Tapiiii.. Ada yang cukup beda di novel Om Tere yang satu ini. Selain keluarga, Om Tere juga mengangkat masalah cinta. Namun, tentu saja bukan cinta ababil, tapi cinta yang penuh dengan misteri. Hehe.. Buat para perempuan yang punya idola cowok-cowok yang lebih tua, pasti pas banget baca buku ini. Dan buat para cowok yang gengsian banget buat menyatakan rasa cinta kepada sosok wanita idamannya, hanya karena alasan yang ‘sebenernya ga penting deeh’, juga pas banget buat baca buku ini. Pokoknya jangan sampai menyesal di akhir, seperti yang dialami Kak Danar, tokoh di novel ini.
Untuk alur ceritanya, Om Tere pake sistem maju-mundur. Yang bercerita di sini adalah seorang perempuan berusia 22 tahun (kurang lebih yaa..) bernama Tania (di novel ini dia yang menjadi ‘AKU’). Trus tokoh lainnya juga ada Dede (adiknya Tania), Ibu, Kak Danar (di novel ini dia yang menjadi ‘DIA’), Kak Ratna, dan beberapa figuran. Agak bingung? Yap, yap.. Kalau ga bingung di awal, bukan novel Om Tere namanya… Hehehe..
Buat saya, seorang penggemar berat buku-bukunya Om Tere, buku ini so special.. Kenapa? Karena Om Tere jarang-jarang mengangkat tema cinta. Emang siih, biasanya Om Tere cerita tentang cinta, tapi dalam lingkup keluarga. Cinta dari ibu, ayah, kakak, adik, om atau tante. Tapi untuk novel ini, Om Tere cerita tentang cinta antara kaum Adam dan Hawa. Hhuhuy… Teruuus, setingan tempatnya di Depok, tepatnya di Margonda. Menurut analisis aku siih (ihiy), tempatnya di Gramed Margonda. Yah, jadi bisa ngebayangin aja gitu.. Hehe.. Novel ini juga ngajarin kita buat selalu ikhtiar. Soalnya, pemeran utama novel ini awalnya cuma pengamen miskiiin banget, tapi seiring jalan, dia dapet beasiswa ASEAN untuk sekolah di Singapura dan jadi pekerja di bursa efek Singapura. Keren deh.. Yang terakhir, akhir novel ini ga happy ending. Jadi buat yang ga suka novel yang ga happy ending, mending jangan baca, entar kecewa. Hehehe..
Buat para penggemar novel, novel ini bisa jadi alternatif lain, di antara novel-novel teenlit yang gitu deeh… Hehehe.. :p
Buat para penggemar novel-novel Om Tere, novel ini akan memberikan warna berbeda dari novel-novel Om Tere yang lain.
This book is very recommended ..

ini dia cover bukunyaaa…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar