Click here for Myspace Layouts

Rabu, 07 September 2011

RESENSI Breaking Dawn



Eclipse: Gerhana
Oleh: Stephanie H. Meyer
ISBN    :    9789792240528
Rilis    :    2008
Halaman    :    688p
Penerbit:    Gramedia
Bahasa    :    Indonesia
Rp.70.000



resensi new moon^_^


Kisah diawali dengan cerita Bella yang akan ulang tahun, Edward punya rencana untuk membuat perayaan ulang tahun Bella yang ke-18. Berbagai rencana disusun namun Bella menolak mentah-mentah semua rencana perayaan Ultah-nya dan tak mau menerima hadiah sekalipun. Karena dengan ulang tahun yang ke-18 ini menandakan dia berumur “lebih tua” setahun dari Edward yang berumur “17”.

Saat keluarga Cullen membuat rencana dirumahnya, Bella akhirnya tak kuasa menolak, berbagai hadiah di siapkan oleh seluruh “keluarga” Vampire saat berkumpul dirumah pinggir hutan tersebut. Pesta berjalan lancar hingga saat Bella membuka salah satu kado tipis, yang tak sengaja melukai tangannya…dimana semua Vampire saat itu merubungnya..

Hampir semua Vampire menahan napas, tak terkecuali Edward, namun rupanya Jasper yang bermasalah dengan “diet”-nya tak kuasa mencium darah Bella, melihat reaksi Jasper yang membabi buta hingga beberapa pecahan kaca hancur dan melukai tangan Bella, reflek Edward melindungi Bella dari serangan Jasper dan Vampire yang lain memegangi Jasper sekuat tenaga. Sambil menahan napas, Edward membantu Bella berdiri dan ditangai dr.Cullen. Esme yang keibuan dan lembutpun tak bisa menyembunyikan ke-vampirannya dengan menahan napas demi melihat darah segar yang mengucur dari lengan Bella. Hanya dr. Cullen yang sepertinya sudah kebal dengan bau darah.
Setelah insiden tersebut, Edward lebih banyak diam dan berpikir. Kedekatannya dengan Bella sepertinya menjerumuskan Bella kedalam jurang yang makin kelam dan itu sangat tidak baik bagi kelangsungan hidup Bella selanjutnya. Dengan alasan “demi keselamatan” Bella, Edward dan keluarga dr. Cullen akhirnya memutuskan untuk pindah ke LA. Edward meninggalkan Bella..dan dimulailah mimpi buruk Bella di setiap tidur malamnya.
Hingga berbulan-bulan…
Di bulan ke-5, Bella mulai bisa berpikir sedikit jernih, dia menemui sahabat kecilnya Jacob Black, untuk mengusir semua mimpi buruk dan membuka lembaran baru hidupnya yang kelam setelah kepergian Edward. Bella mulai bisa tersenyum lagi dan hari-harinya kembali sedikit bersemangat.
Saat hiking sendiri ke hutan mengunjungi telaga sabit tempat dulu sering bertemu Edward, Bella tak sengaja bertemu dengan Laurent, Vampire teman James yang dulu sempat membuatnya berdarah-darah karena “permainan”dengan keluarga dr.Cullen. Saat Laurent akan menghabisi Bella, serombongan Serigala raksasa datang menyelamatkan Bella, melihat lawan yang tak sebanding, Laurent akhirnya kabur. Bella masih syok dengan apa yang dialamainya. Aneh, serigala raksasa itu tidak tertarik dengannya!
Makin kalut pikiran Bella karena Jacob Black yang biasanya periang berubah menjadi bengis dan tidak bersahabat. Keadaan yang membuat-nya makin terpuruk, tak ada lagi teman..ada apa dengan Jacob?
Bella makin kalut karena omongan Laurent yang menyebut bahwa Victoria, vampire pasangan James masih memburunya…
Kisah kemudian menggelinding sampai akhirnya Bella bertemu lagi dengan Edward di sebuah kota di Italia, sebuah kota kecil, tua yang dikelilingi gedung-gedung tua bernama Volterra…yang dikuasai oleh “keluarga” vampire tertua bernama Volturi, yang berkuasa sejak zaman Etruria, lebih dari 3000 tahun yang lalu..
Apa sebenarnya yang menyebabkan Edward bisa berada di kota sarang Vampire tersebut? Dan kenapa Bella bisa sampai di Italia? Tentu saja di New Moon ini jawabanya.
Kelebihan Novel ini:
Kisah keteganganya mengena dan terjaga, meskipun kurang detil dan tidak ada klimaks dalam menggambarkan pertarungan antara Vampire dan Srigala raksasa-nya, juga saat Bella berada di sarang Vampire di Italia. Mungkin karena yang nulis perempuan yang dia berusaha tidak mengumbar kekerasan dan kengerian disana-sini, ingat ini novel roman, bukan murni Vampire seperti kisah Dracula Van Helsing-nya Bram Stoker.
Kekurangan Novel ini:
Ada sedikit kekonyolan, yaitu saat Bella dan Alice naik pesawat ke Italia.
Alice sudah mengangkat telepon dari punggung kursi didepannya sebelum pesawat berhenti menanjak, sengaja memunggungi pramugari yang menatapnya tidak setuju. Namun sesuatu di ekspresiku membuat pramugari itu mengurungkan niatnya untuk menegur kami. Aku berusaha menulikan telinga dari bisik-bisik Alice dengan Jasper; aku tak ingin mendengar kata-katanya lagi…”(hal. 451)
Hah, didalam pesawat yang lagi take off, Alice bisa menelepon Jasper? Yang benar saja?!
Meskipun banyak kekonyolan disana-sini namun hal tersebut tidak mengurangi kenikmatan mengikuti kisah Vampire “vagetarian” ini. Dari situs resmi-nya Stephenie Meyer, kabarnya akan ada sekuel tambahan setelah Eclipse dan Breaking Dawn yang berjudul Midnight Sun.
Walah..apakah Tante Stepheni ini mau ngikutin jejak “spektakulernya” sinetron legendaris kita Tersanjung? Mudah-mudahan sih kisahnya tidak maksa. Karena biasanya sebuah sekuel yang dipanjangkan akan ada semacam sindrom memaksakan kisah yang seperti dibuat-buat hingga tidak bisa dinikmati lagi.

resensi "TWILIGHT"

Okreh, kembali ke laptop Novel Twilight-nya Stepheni Meyer. Novel ini sebenernya menurut aku terlalu mengedepankan perasaan, ya..secara ditulis dari sisi tokoh utamanya Isabella Swan yang diceritakan gadis muda umur 18-an dan belum pernah merasakan pacaran, nah loh!. Jadi ceritanya sangat melankolis dan mendayu-dayu. Bella pindah dari kotayang penuh cahaya matahari Phoenix ke kota muram yang sering hujan dan masih dikelilingi hutan lebat; Forks. Kepindahan Bella ini karena ingin mamanya Renee yang menikah lagi tidak terganggu pernikahannya dengan Phil, suami kedua-nya. Bella memilih tinggal bersama Charlie, Ayah biologisnya di Forks.
Semula tinggal di Forks seperti memenjarakan diri dengan sengaja, tapi semua berubah ketika Bella bertemu dengan serombongan keluarga dr.Cullen di Sekolah SMU barunya di Forks. Dan salah satu dari kelurga itu yaitu Edward Cullen yang digambarkan memiliki ketampanan yang jahat,dingin namun misterius dan sempurna. Keluarga dr.Cullen yang semuanya Vampire, adalah Vampire yang tidak memangsa manusia..(ada-ada ajah ya!) tapi cuma binatang, sehingga mereka gemar berburu di hutan.
Singkat cerita Bella akhirnya pacaran dengan Edward dan Bella sedikit demi sedikit mengungkap jati diri Edward dan keluarganya. Kebanyakan penduduk Forks tidak ada yang tahu bahwa keluarga dr.Cullen adalah Vampire! Hebat kan?
Rasa penasaran Bella yang menggebu-gebu khas anak muda, membawanya dalam hubungan yang lebih rumit dan dalam dengan Edward. Dan katika ada Vampire dari Koloni lain yang pemburu manusia datang, masalah kemudian timbul. Keluarga Cullen yang sangat membela Bella menjadi sesuatu permainan yang sangat menarik bagi Koloni tersebut. Akhirnya Bella menjadi target buruan bagi koloni tersebut dan Keluarga Cullen tentu saja membelanya mati-matian (eh, Vampire kan udah mati ya..?!).
Lantas bagaimana kisah selanjutnya..jreng-jreng…silakan baca sendiri di Novel Twilight..hehehhe…
Gak seru dong, kalo tak ceritan semua, ntar kejutan-kejutannya jadi gak asik lagi pas baca, karena udah di kasih tahu..ya gak siii…

Gara gara tugas Bahasa Indonesia




aku mau cerita lagi nii...
29 Juli 2011.
Aku, Bella, Nizar, menjadi satu kelompok dalam tugas Bahasa Indonesia <wawancara>.
Awalnya, kami akan mewawancarai staf sekolah kami, tapi menurut kami,..
ahh,..
itu hal biasa,..
kami memutar otak kami,..
berpikir, siapa yang kiranya pantas kami wawancarai, dan yang kiranya menarik hati pembaca atau teman teman kami.
Oke, tiba tiba muncul ide konyol yang berasal dari mulut salah satu dari kami,.. ********* ^_^
"Gimana kalo Alvin, Idola Cilik angkatan ke 3?" cetusnya,..
tanpa pikir panjang kami menyusun pertanyaan pertanyaan yang kiranya akan kami lontarkan.
hari itu juga kami berangkat ke rumahnya, dan kami pikir pikir, rumahnya tak terlalu jauh dari sekolah kami, hanya saja, kami belum tahu letak pastinya.

kiranya kami berangkat pukul 15.30 dengan angkot yang berjalan bagai siput kelaparan.
hufft,..
dengan segala kesabaran yang kami kerahkan, kami berhasil mengalahkan segala niatan untuk KABUR!
kami sampai di jalan yang kami ingin, tapi bukan nomor 1 yang kami cari. dan parahnya lagi, kami harus mencari nomer 49 <ya sebut saja nomer sekian>. semangat jiwa muda kami berkobar,.
hahhaha <lebay!> kami berjalan dan menemukan alamat yang kami mau. dan ternyata, bukan rumah itu tempat kediaman Alvin Jonathan Sindunata. 3 rumah kami singgahi, dan mereka mengaku tak mengenalnya,..
"Masa' artis kondang gitu gak ada yang kenal? jangan jangan emang mereka sekongkol nyembunyiin Alvin?"
pikiran kami melayang gak karuan.
Untuk terakhir kalinya, aku janji. "udah, skali lagi aja tanya di ibu itu, kalo gak kenal, kita pulang sekarang!" cetusku.
kami memberanikan diri untuk mengakrapkan diri dan "dooor!" tepat sasaran. Ibu yang satu ini tau dimana Alvin tinggal. Oke,.. Kami jalan lagi kesana, dan,..
huft,.. ALVIN BELUM PULANG SEKOLAH, nafas kami terengah engah menahan amarah.
sabar sabar,... batinku,..
namanya juga artis,..
ya,.. maklum lah,.. padahal jam menunjukkan pukul 17.00. akhirnya, kami buat janji akan kembali pukul 20.00.

kami menyusuri jalan yang berliku liku tak bersahabat, melewati sebuah taman kecil yang indah,..
muncul niatku untuk mewawancarai sekelompok fotografer yang sedang mengambil gambar seorang model cantik. Lagi,..
tanpa pikir panjang kami menghampiri mereka.
Dan lagi, aku yang di timpalin tugas dadakan, sebagai wartawannya.
tanpa persiapan yang banyak, hanya berbekal NEKAT yang ada saat itu.
tak heran, wawancara kami berjalan tak semestinya.
=D emang gila kelompokku ini,.. ya,. termasuk aku juga,..
tapi mau gimana lagi,.. lusa tugas harus dikumpulkan.
Kiranya cukup pertanyaan pertanyaan yang aku ajukan. kami berterimakasih dan tentunya, minta foto bersama <sebagai kenangan gila, dan sebagai bukti kami> ^_^

(pulang)

Pukul 20.00 aku dan Bella di jemput kawan kami, Nizar, untuk kembali ke rumah Alvin,..
dengan membawa harapan, semoga hal hal buruk tak menimpa kelompok kami.

sesampainya disana, kami mendapat masalah lagi.
Alvin pulang ke  rumah neneknya. kami minta alamat, dan segera meluncur kesana.
lagi lagi dengan bekal "NEKAT".
alhamdulillah, kami sampai, setelah memutari jalan sepi perumahan mewah. kiranya 21.00 kami baru menemukan alamat nenek Alvin.
^__^  bersyukur, bisa mewawancarai bintang kecil yang kini tak bisa dibilang kecil lagi,..^_^
Sangat Puas. itu yang kami rasakan setelah menyelesaikan tugas kami. Apalagi bisa mengumpulkan tepat waktu.
dan kami mengalami banyak pengalaman baru yang GILLAAA,...=D

                                                                                *TAMAT*

Selasa, 06 September 2011

precet in love^_^

kali ini ponram di sekolahku berbeda dari tahun tahun lalu.
angkatan kami (2010-2011) mengikuti ponram pertama di precet dawu,..^_^
3 hari lamanya kami menginap disana, mencari pengalaman baru,..
yang tentunya belum kami jumpai di Malang, atau bahkan kota kami masing masing.
kami dibagi menjadi group group kecil,..
per kelompok, beranggotakan 5 sampai 6 orang.

hari pertama, kami cukup lelah dengan perjalanan kami, jadi hari itu, kami memulainya dengan mengenal orang tua asuh kami dan mengenalkan diri kami pada keluarga mereka.
Keluarga Bapak Mintono, itulah orang tua asuh kami.
Oya, kelompokku beranggotakan 5 siswi, Aku, Bella, Faza, Riska, dan Atika...
kami berasal dari 2 kelas yang berbeda, BAHASA, dan IPA. meski begitu, kami sangat akrab satu sama lain...

Hari kedua, kami memulai dengan memerah sapi keluarga Bapak Mintono, jalan jalan bersama warga MAN 3 MALANG, dilanjutkan dengan memetik kopi, bermain di sungai, menganyam, sampai kami terlalu lelah, kamipun beristirahat untuk mengembalikan kondisi kami. Hari yang panjang, dan sangat menyenangkan. Sore harinya kami membantu Bu Mintono menyiapkan makanan untuk buka bersama, dan kebetulan, hari ini keluarga besar Pak Mintono akan berkumpul di rumah sederhana ini untuk buka bersama. hingga kami masak besar, sederhana, dalam porsi yang sangat banyak, tradisional, dan sangat nikmat.^_^

hari terakhir kami.
kami melepaskan segala rasa yang ada di hati kami pada keluarga yang sangat harmonis ini. kami meneteskan air mata tak kuasa menahan rasa yang ada. Namun apa yang bisa kami lakukan?
Uang banyakpun, kami tak punya, apalagi mobil mewah yang siap kami berikan pada mereka.
kami haya bisa berdo'a dan memberikan semangat pada mereka.

kehidupan yang sangat berbeda dengan keluarga kami, namun dari desa dan keluarga itulah kami mendapatkan banyak pelajaran dan hal hal yang sangat banyak yang harusnya dari awal kami syukuri,...

jadi tahun depan, aku berharap, bisa mengadakan acara seperti ini lagi.^__^
dan aku, sangat berterimakasih jika aku diperkenankan untuk mengulang saat saat yang sangat indah ini.

HIDUP ITU

Kenang lama tengah keheningan
Di kelam kesunyian malam
Hanya menggaung kaki tak terperanjak
Membisu di pertapaan malam
Sampai denting hati di titik nol
Arti hakiki di cari cari
Ayat ayat kasih di peluk

Melukis kabut tanpa dimensi
Di berapa langkah tubuh singgah
Seberapa jauh jejak sampai manusia lacak
Hidup itu hidup
Hidup tak di kata

Menuai sepenggalah kata dengan memecah asa kemustakhilan
Selaksa angan  buta
Larut di arus deras mimpi
Jauh menjauh
Semakin jauh diri memandang hati
Menilai diri semakin asing